SEMARANG- Pandemi Covid-19 benar-benar berdampak pada semua lapisan masyarakat, termasuk pendidikan. Sekolah sebagai lembaga menimba ilmu yang biasa dilakukan dengan tatap muka secara langsung kini tiba-tiba harus bertransformasi menjadi daring atau online. Salah satu dampak negatif adanya pembelajaran daring adalah kesulitan belajar bagi anak. Di sisi lain, kurangnya minat orang tua terhadap pembelajaran anaknya justru memperburuk keadaan. Mahasiswa KKN RDR 77 UIN WALISONGO KEL 43 membentuk pondok belajar untuk membantu anak-anak yang mengalami kesulitan dalam belajar karena online. Konsep dari pondok belajar ini adalah memberikan pengajaran baik pengetahuan umum maupun agama. Pondok belajar ini dilakukan secara offline juga online. Pelaksanaan untuk pengajaran agama adalah setiap anggota KKN UIN WALISONGO mendampingi kegiatan BTQ (Baca Tuli Al Qur’an) di masing-masing tempat tinggalnya dan dilakukan secra langsung. Sedangkan dalam via online, telah disediakan video pembelajaran ...